Wednesday, October 15, 2014

Tarian Tradisional Indonesia

Tarian Tradisional Indonesia - Indonesian dance reflects the richness and diversity of peoples and cultures of Indonesia. There are more than 700 ethnic groups in Indonesia: it can be seen from the cultural roots and Melanesian Austronesian peoples, influenced by the various cultures of neighboring countries in Asia and even Western influence is absorbed through colonization. Every tribe in Indonesia has its own particular variety of dance; In Indonesia there are more than 3000 Indonesian original dances. Ancient tradition of dance and drama studio and conserved in a variety of dance schools that are protected by the palace or government-run art academies.

For classification purposes, the art of dance in Indonesia can be classified into various categories. In the category of history, Indonesian dance can be divided into three eras: prehistoric tribal era, the era of Hindu-Buddhist, and Islamic era. Based protectors and supporters, can be divided into two groups, dance palace (palace dance) which supported the nobility, and folk dance that grew out of the common people. Based on tradition, Indonesian dances are divided into two groups; traditional dance and contemporary dance.

Tari bercorak prasejarah atau tari suku pedalaman

Sebelum bersentuhan dengan pengaruh asing, suku bangsa di kepulauan Indonesia sudah mengembangkan seni tarinya tersendiri, hal ini tampak pada berbagai suku bangsa yang bertahan dari pengaruh luar dan memilih hidup sederhana di pedalaman, misalnya di Sumatera (Suku Batak, Nias, Mentawai), di Kalimantan (Suku Dayak, Punan, Iban), di Jawa (Suku Baduy), di Sulawesi (Suku Toraja, Suku Minahasa), di Kepulauan Maluku dan di Papua (Dani, Asmat, Amungme).

Banyak ahli antropologi percaya bahwa tarian di Indonesia berawal dari gerakan ritual dan upacara keagamaan. Tarian semacam ini biasanya berawal dari ritual, seperti tari perang, tarian dukun untuk menyembuhkan atau mengusir penyakit, tarian untuk memanggil hujan, dan berbagai jenis tarian yang berkaitan dengan pertanian seperti tari Hudoq dalam suku Dayak. Tarian lain diilhami oleh alam, misalnya Tari Merak dari Jawa Barat. Tarian jenis purba ini biasanya menampilkan gerakan berulang-ulang seperti tari Tor-Tor dalam suku Batak yang berasal dari Sumatera Utara. Tarian ini juga bermaksud untuk membangkitkan roh atau jiwa yang tersembunyi dalam diri manusia, juga dimaksudkan untuk menenangkan dan menyenangkan roh-roh tersebut. Beberapa tarian melibatkan kondisi mental seperti kesurupan yang dianggap sebagai penyaluran roh ke dalam tubuh penari yang menari dan bergerak di luar kesadarannya. Tari Sanghyang Dedari adalah suci tarian istimewa di Bali, dimana gadis yang belum beranjak dewasa menari dalam kondisi mental tidak sadar yang dipercaya dirasuki roh suci. Tarian Tradisional Indonesia ini bermaksud mengusir roh-roh jahat dari sekitar desa. Tari Kuda Lumping dan tari keris juga melibatkan kondisi kesurupan.

No comments:

Post a Comment